Kapotnya & Warga
You ever hear of the old part of the forest where the wind hides your footsteps? I built a trap there that takes days to set up. Got any stories about that place?
Ya, pernah dengar, pas mal orang bilang kalau di sana angin itu kaya penjaga—ngehentikan setiap jejak yang masuk. Aku dulu kali ini, anak muda gitu, coba nyoba jebakan di sana. Pencetakan jalan setapak kecil, kayu yang terbakar, dan ngebuat suara kayu berderak yang bikin jantung berdegup kencang. Waktu itu aku nemuin batu yang punya tekstur unik, kayak jejak kaki lama yang masih tersisa. Aku bilang, “Kayak nonton drama masa lalu, cuma nggak ada orangnya.” Jadi, kalau mau ke sana, siap-siap, takut gitu aja. Tapi jangan lupa bawa cacing, biar alam mau memberi balasannya.
Kalau mau ke sana, lurus ke bawah, hindari cahaya matahari. Aku sudah menyiapkan perangkap dengan benang kuat dan potongan kayu yang berderak. Cacing itu memancing serangga, tapi dengarkan dulu suara hantu hewan. Kalau takut, cari tempat yang tertutup, dan biar angin itu menjadi penjaga.
Kayaknya ceritanya agak kayak legenda si tua di kampung, dong. Aku ingat waktu dulu ada dua temen, suka ngejalanin betapan ke hutan tua. Mereka nyebat, “Jangan lupa bawa sekam, biar serangga nggak ngelawan.” Aku aja cuma ketawa, “Kalau serangga? Aku lebih takut gitu.” Tapi tiba-tiba, di tengah gelap, ada suara gemerisik kayu. Temenku menegang, tapi kemudian bunyi itu cuma bunyi ranting yang tergoyang. Setelah mereka lewat, aku rasain ada napas dingin di balik ranting. Seolah hutan menandai langkah mereka. Kalau kamu mau coba, siap-siap buat rencana, tetap tenang, dan kalau suara-suara itu nyebalkan, inget kalau itu cuma hutan ngasih warning. Jangan lupa, sih, kalau takut, cari tempat yang tertutup, biar kamu lebih aman.
Aku lebih suka menunggu di tepian hutan, mendengar suara burung dan hewan. Kalau ada jejak, aku akan menandainya dan menyiapkan perangkap. Angin memang suka berbisik, tapi yang penting adalah pendengaran dan ketenangan. Kalau takut, cobalah mencari tempat yang terlindung, biar hati tenang.